Artikel

Minggu, 27 Maret 2011

Radiasi Nuklir Jepang Meluas

Radiasi Nuklir Jepang Meluas

Selasa, 15 Maret 2011 | 06:37 WIB
Soma - Untuk kedua kalinya pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi meledak kemarin. Ledakan yang terdengar hingga sejauh 40 kilometer itu melukai 11 teknisi dan mengirimkan asap raksasa ke udara. Dunia pun cemas akan bahaya radiasi yang kian meluas.

Zat radioaktif yang mengandung Cesium-137 dan Yodium-121, misalnya, ditemukan pada jarak 97 kilometer dari reaktor Fukushima. Daerah terkontaminasi ini lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya, yang ditaksir hanya mencakup radius 20 kilometer.

Angin yang bergerak ke arah selatan, lalu berbelok ke barat, membuat beberapa negara waswas. Rusia mengecek tingkat radiasi wilayahnya setiap jam. Sebanyak 17 awak kapal induk Amerika Serikat, USS Ronald Reagan, bahkan telah terpapar radiasi meski dalam tingkat rendah. Mereka baru saja pulang dalam misi penyelamatan korban bencana dengan menumpang tiga helikopter.

"Belum ada kontaminasi lebih jauh yang terdeteksi," kata juru bicara kapal induk, Jeff A. Davis, di Jepang. Baju ke-17 awak itu pun segera dibakar. Kapal armada ke-7 Amerika yang berada 100 mil timur laut dari pembangkit itu kemudian menjauh.

Prancis meminta warganya meninggalkan area Tokyo yang berjarak 250 kilometer dari Fukushima "dalam beberapa hari". Mereka memperingatkan radiasi nuklir dapat mencapai kota itu dalam "beberapa jam". "Sepertiga staf kami telah berangkat," ujar Stefan Huber, Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa di Jepang.

Ledakan kedua ini terjadi pada pembangkit ketiga dari 10 reaktor yang ada di Fukushima. Pembangkit pertama meledak Sabtu lalu. Menteri-Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan ledakan itu terjadi sebagai risiko upaya pendinginan yang dilakukan dengan mengalirkan air laut ke reaktor secara langsung karena sistem pendinginnya rusak akibat gempa 8,9 skala Richter, Jumat lalu. Upaya ini menimbulkan reaksi yang menghasilkan hidrogen ke udara sehingga menimbulkan ledakan saat bertemu dengan oksigen di atmosfer.

Edano menyatakan reaktor pada pembangkit ketiga masih aman dan radiasi yang keluar masih dalam level yang sangat rendah. Sebanyak 22 orang dinyatakan terpapar radiasi. Adapun jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami diperkirakan lebih dari 10 ribu orang.

Bahaya radiasi juga mendorong Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Filipina bakal menguji makanan-makanan impor dari Jepang. "Saya kira barang paling berisiko adalah produk-produk makanan, buah dan sayuran segar," ujar Menteri Kesehatan dan Makanan Hong Kong, York Chow, kemarin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar